MENGAPA ORANG SUSAH MENABUNG ?

KENAPA ORANG JARANG MENABUNG?






Jika 100 orang ditanya, apakah mereka punya tabungan untuk persiapan di hari tua atau untuk persiapan ketika anak-anak mereka akan sekolah dan kuliah? Maka bisa dipastikan lebih dari 90 % akan menjawab tidak. Tabungan yang dimaksud disini adalah tabungan yang secara disiplin atau konsisten terus ditambah setiap bulannya dan tidak pernah diambil sampai waktu yang diperlukan, yaitu ketika anak akan kuliah atau ketika sudah pensiun di hari tua.
Kebanyakan orang diwaktu muda dan badan masih kuat  lalai untuk menabung untuk  persiapan dihari depannya, karena merasa hari ini masih kuat untuk bekerja dan kebutuhannya masih tercukupi. Dan baru tersadar  ketika usia sudah lanjut, dan tubuh sudah tidak kuat lagi bekerja. Tabungan tidak ada, sementara biaya hidup terus meningkat.
Untuk itu kita perlu merenungi dengan mengimajinasikan anak-anak kita, akan bagaimana nasib mereka jika seandainya kelak mereka tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau mengimajinasikan bagaimanakah kehidupan mereka jika seandainya mereka semua bisa kuliah dan sukses.? Perlu diingat! Tidak ada satu pun  orang tua yang tidak mencintai anak-anaknya dengan sungguh dan sepenuh hati, hanya saja banyak yang lalai tidak mempersiapkan masa depannya.
Atau juga kita bisa membayangkan seperti apakah kehidupan kita nanti dihari tua, jika sudah tidak mampu bekerja lagi? apakah akan hidup numpang pada sanak famili ataukah punya uang yang berlimpah?
Persolan utamanya adalah hampir semua orang mempunyai alasan klasik yang sama sehingga tidak bisa menabung.
” Saya sadar bahwa saya harus punya tabungan untuk anak dan dihari tua saya, Tetapi…anda kan tahu saya hanya karyawan biasa. Gaji saya 3 juta rupiah per bulan. Bagaimana saya bisa menabung, baru tanggal 25 setiap bulannya saya sudah cashbon di kantor. Bukankah kita menabung jika ada uang sisa diakhir bulan.”
Nah…inilah sikap yang salah. Menabung jika ada uang sisa atau berlebih. Pertanyaannya, sampai kapankah kita punya uang sisa tiap bulannya?
Jika kita tanya teman yang lain yang punya penghasilan 4 juta rupiah per bulan, apakah dia menabung? Maka jawabannya akan sama.
“Saya tidak bisa menabung karena penghasilan saya hanya 4 juta, tidak cukup untuk kebutuhan bulanan saya. jadi tidak ada uang sisa”. Lalu bagaimana dengan yang berpenghasilan  5 juta, 10 juta dan 15 juta perbulan. Sama saja, kita rat-rata akan mendapat jawaban yang senada. Karena kenaikan penghasilan akan diringi peningkatan gaya hidup.
Dengan demikian kita bisa simpulkan ternyata untuk bisa menabung itu, tidaklah tergantung dari seberapa besar penghasilan kita. Tetapi lebih tergantung dari  prinsip dan sikap hidup  yang diajarkan  dari keluarga atau lingkungan kita sedari kecil. Sehingga jangan heran ada orang yang penghasilannya hanya 2,5 juta sebulan, tetapi dia rajin menabung. Tetapi ada orang yang berpenghasilan 20 juta sebulan, tetapi tidak pernah menabung.
Strategi menabung yang jitu adalah dengan segera menyisihkan menyisihkan sebagian penghasilan kita begitu kita terima untuk tabungan masa depan. Dan sisanya baru kelola dengan hemat untuk kebutuhan bulanan. Lakukan ini dengan displin dan konsisten.
Mulailah menabung hari ini, karena setiap penundaan satu hari akan menjadi satu hari penyesalan di masa depan.
Selamat menabung..!
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di TULISKAN.com

0 komentar:

Posting Komentar

KOMUNITAS PEDULI MASA DEPAN

KOMUNITAS PEDULI MASA DEPAN
SOLUSI HIDUP bersama SOLID PROJECT7 sudah didepan mata, AYO... AMBIL PELUANG INI !!!

AYO SEGERA BERGABUNG

KLIK DISINI u/segera mendaftarkan diri Anda, jangan sampai ketinggalan.
Diberdayakan oleh Blogger.